Logout
Apakah anda yakin mau keluar?
MTrading Team • Hari ini

GBPUSD naik tipis di atas 1.2600, pasar mencermati Bailey dari BoE dan inflasi Inggris

GBPUSD naik tipis di atas 1.2600, pasar mencermati Bailey dari BoE dan inflasi Inggris

Sentimen trading masih belum menentu pada awal Senin karena sebagian besar pasar Asia tutup selama libur Tahun Baru Imlek. Minimnya data dan peristiwa penting, serta sikap hati-hati menjelang rilis data inflasi AS dan serangkaian data ekonomi Inggris pekan ini, juga membuat para trader waswas. Belum lagi, sejumlah bankir sentral utama di seluruh dunia dijadwalkan menyampaikan pidato.

Dengan demikian, Dolar AS melemah seiring penurunan imbal hasil, terutama karena optimisme yang tetap berhati-hati di pasar saham. Hal ini mendorong EURUSD dan GBPUSD melanjutkan pemulihan korektif pada Jumat menjelang rilis data dan peristiwa penting pekan ini. Namun, harga komoditas masih bergerak tanpa arah yang jelas di tengah musim liburan di salah satu negara konsumen komoditas terbesar di dunia, yaitu Tiongkok.

Meski demikian, NZDUSD mencatat penurunan terbesar, mengabaikan komentar bernada hawkish dari pejabat RBNZ, sementara AUDUSD dan USDCAD kehilangan momentum. Selain itu, libur di Jepang membatasi pergerakan JPY, tetapi penurunan imbal hasil memberi kesempatan kepada pembeli pasangan Yen untuk bernapas sejenak.

Di sisi lain, BTCUSD mencatat penurunan tipis setelah membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Oktober, sementara ETHUSD belum menunjukkan arah yang jelas setelah tren naik selama dua minggu. Perlu dicatat bahwa penembusan teknikal, ditambah optimisme di pasar kripto, menjaga harga Bitcoin dan Ethereum tetap lebih kuat.

Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:

  • Minyak Brent mencatat kenaikan tipis di level tertinggi dalam dua minggu, di atas $82.00, yang tercapai pada hari sebelumnya.
  • Harga emas memperpanjang penurunan selama tiga hari, sementara bergerak di sekitar garis support yang terbentuk selama dua bulan di kisaran $2,020.
  • Indeks USD tetap tertekan di dekat 104.00 meski mencatat pelemahan tipis setelah tren kenaikan selama empat minggu.
  • Wall Street ditutup dengan kenaikan tipis, sedangkan saham Asia-Pasifik sedikit menguat. Meski begitu, saham di Eropa dan Inggris mencatat pelemahan tipis pada jam pertama perdagangan.
  • BTCUSD mencatat pelemahan tipis di dekat level tertinggi bulanan, sekitar $48,800, saat berita ini ditulis, sementara ETHUSD turun ke $2,500 saat kami menulis.
Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Pekan data inflasi AS dimulai dengan tempo lebih lambat…

Meski dolar AS masih berada di bawah tekanan hari ini, Indeks Dolar AS (DXY) mencatat tren kenaikan selama empat minggu terakhir, meskipun sempat turun dari level tertinggi bulanan pada akhir pekan lalu. Faktor utama yang mendorong penguatan USD adalah keyakinan pasar bahwa pemangkasan suku bunga The Fed akan tertunda. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kejatuhan pasar saham China juga membuat para pelaku pasar bullish terus mencermati DXY. DXY pun bergerak naik-turun di sekitar level 104,00 saat trader menantikan data inflasi utama AS untuk Januari yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut menjadi penting karena revisi data inflasi 2023 pada Jumat lalu tidak cukup mengesankan para pelaku pasar bullish USD, sementara Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell menyebut angka revisi itu sebagai kunci dalam menentukan pemangkasan suku bunga Fed pada 2024. Pada Jumat lalu, indikator utama inflasi Fed, yaitu CPI inti tahunan untuk enam bulan, direvisi turun menjadi 3,0% dari 3,3%, sedangkan angka Desember diturunkan menjadi 0,2% dari sebelumnya 0,3%.

Dalam pernyataan publik terbaru, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan kepada NPR bahwa inflasi sudah terlalu tinggi selama terlalu lama. Hal ini semakin mengurangi kemungkinan Fed segera memangkas suku bunga dan membuat Dolar AS tetap kuat. Namun, penurunan imbal hasil obligasi dan penutupan S&P 500 di level tertinggi sepanjang masa membatasi penguatan dolar menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Januari pekan ini. Bukan hanya Bostic dari Fed yang bersikap hawkish, Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan juga bersikap hawkish dengan menyatakan bahwa belum ada urgensi untuk menyesuaikan suku bunga.

Di sisi lain, berita yang beragam dari Zona Euro juga menantang penguatan Dolar AS, meski USD tetap menjadi perhatian para pelaku pasar yang bersikap bullish. Para pembuat kebijakan di kawasan tersebut mencapai kesepakatan sementara tentang berbagai aturan fiskal untuk mengendalikan utang pemerintah. Hal ini mengurangi tekanan untuk mempertahankan suku bunga tinggi dan dapat memungkinkan ECB mempertahankan suku bunga sedikit lebih lama. Namun, pemungutan suara akhir masih menunggu dan dijadwalkan berlangsung pekan ini. Senada dengan itu, pembuat kebijakan ECB Martins Kazaks membela kebijakan moneter hawkish dan menyatakan bahwa ia tidak optimistis terhadap pemangkasan suku bunga pada musim semi. Selain itu, pembuat kebijakan ECB sekaligus kepala bank sentral Spanyol Pablo Hernandez de Cos mengatakan bahwa proyeksi pada Maret sangat penting dalam menentukan keputusan pemangkasan suku bunga.

Sementara itu, anggota dewan European Central Bank (ECB) Fabio Panetta menyebut bahwa waktu untuk memangkas suku bunga "semakin dekat", sementara pembuat kebijakan Francois Villeroy de Galhau mengatakan bahwa ECB kemungkinan akan memangkas suku bunga tahun ini.

Pejabat pembuat kebijakan Bank of England (BoE), Jonathan Haskel, mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak bukti mengenai inflasi sebelum suku bunga tinggi dapat dihentikan. Hal ini kemudian membantu GBPUSD mengurangi kerugian mingguannya menjelang rilis data penting Inggris pekan ini.

Sementara itu, Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Adrian Orr dan Deputi Gubernur/Manajer Umum Stabilitas Keuangan Christian Hawkesby menyampaikan pernyataan yang saling bertentangan pada awal Senin. Kedua pejabat pembuat kebijakan tersebut membela langkah hawkish RBNZ dan menunjukkan optimisme terhadap perekonomian. Namun, trader NZDUSD menyikapi pernyataan mereka dengan skeptis dan mengurangi sebagian kenaikan pada pekan sebelumnya—kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan.

  • Rekomendasi beli kuat: USDCAD, USDJPY
  • Jual kuat: Minyak Mentah, Dolar AS, GBPUSD
  • Beli: BTCUSD, ETHUSD, Nasdaq, Emas
  • Jual: DAX, FTSE 100, BTCUSD, AUDUSD, EURUSD

Bailey dari BoE, Kashkari dari Fed, dan katalis risiko dicermati…

Meski trading pada awal hari sebagian besar berlangsung lesu, komentar dari Gubernur BoE Andrew Bailey dan Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari, serta katalis risiko seperti perkembangan imbal hasil obligasi dan saham, akan menarik perhatian trader intraday. Namun, perlu dicatat bahwa perhatian utama akan tertuju pada data inflasi AS yang dirilis Selasa, angka inflasi Inggris dan PDB Zona Euro kuartal IV yang dirilis Rabu. Yang terpenting, absennya China dari pasar akan memberi peluang bagi trader yang mengambil posisi melawan tren untuk mengambil risiko. Hal ini dapat menekan Dolar AS dan memungkinkan aset berisiko lebih tinggi, seperti komoditas dan mata uang antipodean, mengurangi kerugian yang baru-baru ini terjadi.

Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!