
Sentimen pasar masih belum menentu saat trader mengawali 2024 dengan sikap hati-hati. Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, data dan perkembangan yang beragam dari China, serta kecemasan menjelang rilis data dan peristiwa penting pekan ini membuat pelaku pasar tetap waspada setelah akhir pekan yang panjang.
Dalam situasi ini, Dolar AS mempertahankan penguatan pada akhir 2023, sementara harga emas dan minyak mentah bertahan agar tidak turun. AUDUSD mencatat kenaikan terbesar di antara pasangan mata uang G10, sedangkan EURUSD tampak bergerak paling sedikit.
Perlu dicatat bahwa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak turun meskipun futures saham AS bergerak tidak menentu.
BTCUSD naik ke level tertinggi sejak April 2022, meskipun biaya pendanaan untuk posisi long mencapai rekor tertinggi dan ada optimisme terkait persetujuan ETF spot. Sejalan dengan itu, ETHUSD juga naik mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan yang tercatat pekan lalu, saat suplai Ethereum menyentuh level terendah sepanjang masa.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Pantulan korektif dolar AS belum cukup untuk memenuhi harapan pasar akan adanya petunjuk tambahan yang mendukung pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada 2024. Hal ini turut menopang penguatan harga komoditas.
Selain kekhawatiran bahwa The Fed akan bersikap dovish, masuknya kapal perang Iran ke Laut Merah, bersama dengan kesiapan AS untuk menyerang Houthi, turut mendorong harga minyak mentah.
Sementara itu, Caixin Manufacturing PMI China untuk Desember tercatat 50,8, naik dari 50,7 sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 50,4. Namun, PMI resmi China untuk bulan tersebut menunjukkan hasil yang suram, sehingga terus menekan sentimen pasar di Asia.
Selain itu, para trader menyoroti kekhawatiran bahwa pidato Tahun Baru Presiden China Xi Jinping yang optimistis akan menguntungkan komoditas dan mata uang Antipodean. Sementara itu, NBS Manufacturing PMI China turun ke level terendah dalam lima bulan, yakni 49,0, dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 49,5 dan angka sebelumnya 49,4. Sebaliknya, Non-Manufacturing PMI naik menjadi 50,4 dari 50,2, sementara para analis memperkirakan angka 50,5.
Selanjutnya, angka final PMI Desember untuk AS, Inggris, dan Zona Euro mungkin akan menjadi perhatian pelaku pasar pada Selasa. Namun, perhatian utama akan tertuju pada reaksi trader terhadap ketegangan geopolitik terbaru dan meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Januari, serta sentimen pasar menjelang rilis data dan peristiwa penting minggu ini. Di antaranya, risalah FOMC pada Rabu, perubahan jumlah tenaga kerja ADP, dan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada Jumat akan menjadi sorotan utama.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!