
Cryptocurrency, khususnya Bitcoin, mendapat dukungan dari sumber yang paling tak terduga: investor Tiongkok. Meskipun trading crypto dilarang di negara tersebut, pasar di Tiongkok telah aktif sejak 2021.
Para ahli mengatakan bahwa permintaan BTC dari investor lokal dipicu oleh kerugian beruntun selama 30 tahun di pasar saham. Sederhananya, pelaku pasar mencari peluang investasi alternatif. Bitcoin mendapat dukungan yang cukup. Bitcoin dikaitkan dengan aset safe haven lainnya, seperti emas. Semakin banyak trader aktif mulai mengalihkan dana mereka ke cryptocurrency.
Meskipun saat ini ada larangan, investor Tiongkok masih dapat melakukan trading BTC. Namun, transaksi mereka disarankan tidak melebihi $7.000 (sekitar 50.000 yuan). Order yang lebih besar dapat menarik perhatian otoritas dan regulator setempat. Akibatnya, mayoritas investor lokal memiliki portofolio yang sekitar 50% dari total asetnya terdiri atas aset kripto.



Karena penduduk di Tiongkok masih dapat memperdagangkan token seperti Bitcoin secara over the counter atau melalui bursa mata uang kripto seperti OKX dan Binance, situasi pasar saat ini masih belum jelas. Pilihan lainnya adalah membuka rekening bank di luar negeri untuk membeli mata uang kripto.
Hong Kong kembali menawarkan peluang untuk mengakumulasi aset: trader Tiongkok berhak membeli valuta asing senilai $50.000 per tahun, dan sebagian dari mereka telah memanfaatkannya untuk membeli cryptocurrency di bursa Hong Kong. Seiring industri properti Tiongkok menghadapi kesulitan, semakin banyak orang mungkin akan memilih cryptocurrency untuk berupaya mengganti keuntungan yang hilang.
Meski pemerintah berupaya mendukung industri yang pernah menjadi salah satu kontributor utama bagi perekonomian terbesar kedua di dunia, pasar properti negara tersebut menutup tahun 2023 dengan penurunan harga rumah baru terdalam dalam hampir sembilan tahun. Karena itu, para pelaku pasar mencari aset alternatif yang stabil, sehingga semakin mendukung Bitcoin.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!