
Sentimen memburuk pada awal Selasa setelah mengawali pekan dengan optimisme, karena kekhawatiran bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi lebih lama berpadu dengan kebuntuan terkait rencana batas utang AS menjelang tenggat pada Juni. Kekhawatiran geopolitik seputar China dan Rusia turut memperkuat suasana risk-off.
Namun, data AS yang beragam dan harapan kenaikan suku bunga Fed sebesar 0,25% dalam rapat FOMC pekan depan membuat dolar AS tetap menguat. Hal ini menekan pasangan AUDUSD, meskipun pasar di Australia dan Selandia Baru tutup.
Saham di kawasan Asia-Pasifik terus melemah meski Wall Street ditutup dengan pergerakan beragam. Selain itu, imbal hasil obligasi melanjutkan tren penurunan terbaru, sementara komoditas menunjukkan sinyal beragam. Meski demikian, harga emas pulih mendekati ambang $2,000, sedangkan minyak mentah mencatat tren kenaikan selama tiga hari.
USDCHF dan USDJPY tidak menunjukkan kekuatan dolar AS, sementara EURUSD dan GBPUSD kembali dikuasai penjual setelah kenaikan baru-baru ini.
Sementara itu, harga mata uang kripto turun untuk hari ketiga berturut-turut di tengah meningkatnya penarikan ETH dan korelasi terbalik BTC dengan harga emas.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Meski libur di Australia dan Selandia Baru membatasi momentum pasar, kekhawatiran akan resesi dan tenggat batas utang AS membebani sentimen. Hal ini membuat dolar AS mencatat kenaikan harian pertamanya dalam empat hari, sementara USDCHF dan USDJPY mencerminkan status tradisionalnya sebagai aset safe haven. Di sisi lain, harga emas melanjutkan pemulihan yang dimulai pada awal pekan, sedangkan minyak Brent naik untuk hari ketiga berturut-turut di tengah sinyal yang beragam.
Perlu dicermati bahwa data aktivitas terbaru yang dirilis dari negara-negara Barat sebagian besar menunjukkan hasil positif dan mengisyaratkan tindakan bank sentral yang hawkish, meski kekhawatiran resesi semakin membayangi. Hal ini pada gilirannya memperkuat suasana risk-off.
Singkatnya, sebagian besar pelaku pasar cenderung menghindari risiko. Minimnya data/peristiwa penting dan aktivitas pasar yang sepi juga membatasi momentum.
Meski sejumlah data penting tentang pertumbuhan dan inflasi akan dirilis, hari ini perhatian pasar tertuju pada Indeks Keyakinan Konsumen CB AS untuk Maret, PDB kuartal pertama Zona Euro dan AS, serta indikator inflasi pilihan The Fed, menjelang FOMC pekan depan. Jika data yang dijadwalkan menunjukkan angka yang kuat, peluang suku bunga bertahan lebih tinggi untuk waktu lebih lama dapat terus memperkuat kekhawatiran resesi dan mendorong dolar AS. Pembicaraan mengenai plafon utang AS dan ketegangan geopolitik juga menjadi faktor penting selama periode blackout The Fed.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!