Logout
Apakah anda yakin mau keluar?

Tips Pemula untuk Trading Pennant Bullish dan Bearish

Pola pennant bullish dan bearish dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan pasar yang akan terjadi. Mereka merujuk pada pola grafik berkelanjutan dan bekerja mirip dengan pola segitiga meskipun dengan beberapa perbedaan inti yang perlu diperhitungkan oleh trader FX.

None

Pada artikel ini, kita akan membahas cara mengenali pennant bullish dan bearish. Anda akan mempelajari apa artinya masing-masing dari mereka dan bagaimana menggunakannya untuk melakukan trading yang menguntungkan dan efektif. Juga, kami akan menjelaskan perbedaan utama antara pola pennant segitiga dan bullish dan bearish.

Memahami Pola Pennant

Sebelum kita mulai mempelajari setiap pennant secara mendetail, kita perlu memperjelas arti dasar dari pola pennant dan cara kerjanya. Ini adalah pola berkelanjutan yang memungkinkan untuk mengidentifikasi momentum di mana aset akan melakukan gerakan ke bawah atau ke atas. Sebagai aturan, proses ini diikuti oleh konsolidasi singkat sebelum mengambil arah yang sama.

Ketika itu terjadi, trader dapat melihat segitiga simetris dengan ukuran kecil yang dibentuk oleh sejumlah besar candlestick. Trader juga menyebutnya Pennant. Pola bearish atau bullish ditentukan oleh arah pergerakan tren.

Industry-best trading conditions
Deposit bonus
up to 200% Deposit bonus 
up to 200%
Spreads
from 0 pips Spreads 
from 0 pips
Awarded Copy
Trading platform Awarded Copy
Trading platform
Join instantly

Elemen dan Karakteristik Pola Pennant Utama

Untuk mengenali pola pennant bearish atau bullish, Anda perlu mengetahui elemen dan karakteristik intinya. Mereka termasuk yang berikut:

  1. Flagpole. Sama seperti balapan apapun yang dimulai dari green flag drop, pola pennant bullish dan bearish juga dimulai dengan flagpole atau flagpole. Ini sebenarnya bagaimana pola khusus ini berbeda dari segitiga simetris lainnya yang menampilkan. Flagpole umumnya mewakili pergerakan kuat tren.
  2. Level Breakout. Polanya terdiri dari dua level breakout utama dengan yang pertama terjadi ketika flagpole berakhir dan yang kedua terjadi setelah konsolidasi singkat diikuti oleh kelanjutan pergerakan tren baik ke atas atau ke belakang.
  3. Pennant. Pennant itu sendiri adalah segitiga yang diplot oleh garis simetris setelah konsolidasi pasar. Itu terbentuk antara flagpole dan breakout.

Sekarang, mari kita lihat lebih dekat pola pennant bearish dan bullish untuk memahami bagaimana menggunakannya saat trading Forex.

Pola Bullish Pennant

Pola pennant bullish terjadi ketika tren membuat pergerakan naik yang kuat. Inilah sebabnya mengapa flagpole ke atas adalah karakteristik utama dari pennant bullish. Flagpole diikuti oleh periode konsolidasi pasar singkat dengan tren lebih lanjut bergerak ke atas setelah breakout. Saat break terjadi di atas pennant, itu adalah satu-satunya bagi trader untuk masuk dengan posisi long.

Pola Bearish Pennant

Sebaliknya, pola pennant bearish terjadi ketika tren membuat pergerakan turun yang kuat. Sama seperti pola kontinu sebelumnya, pola ini terdiri dari flagpole tren turun yang menunjukkan penurunan harga yang cepat diikuti oleh konsolidasi, breakout, dan pergerakan tren turun lebih lanjut. Ketika break terjadi di bawah pennant, itu adalah satu-satunya bagi trader untuk masuk dengan posisi short.

Tips untuk Trading Pola Bullish dan Bearish

Kabar baik untuk trader pemula adalah kemampuan untuk menggunakan pendekatan yang sama saat menggunakan pennant bearish atau bullish. Bias adalah satu-satunya hal yang membuat trading pola ini sedikit berbeda. Pennant bearish datang dengan bias pendek sementara pennant bullish memiliki bias panjang.

Seperti biasa, penting untuk mencari konfirmasi sinyal, terutama ketika mengharapkan pergerakan harga yang tiba-tiba dan kuat setelah breakout. Sebuah pennant memungkinkan untuk mengidentifikasi momentum breakout tajam yang diikuti oleh kelanjutan pergerakan harga ke arah awal.

Strategi manajemen risiko tradisional akan memungkinkan Anda mencegah risiko kehilangan. Ide yang bagus adalah menempatkan order stop-loss di bagian bawah candle yang mengacu pada breakout. Jika Anda lebih suka strategi trading yang lebih konservatif, Anda lebih suka menempatkan stop loss di bawah pennant untuk meminimalkan risiko penurunan. Keduanya akan menghasilkan tingkat perlindungan yang solid bagi trader FX dengan pendekatan dan strategi yang berbeda.

Selain itu, ide yang bagus adalah menetapkan level target yang dimulai dari flagpole hingga segitiga. Ukur jarak dan gandakan dengan mempertimbangkan breakout pennant berikutnya.

Kesimpulan

Saat menggunakan pola pennant bearish dan bullish, selalu ingat bahwa pasar tidak pernah berhenti bergerak. Terlebih lagi, mereka kebanyakan melakukan gerakan yang sulit diprediksi atau diharapkan. Inilah sebabnya mengapa langkah-langkah manajemen risiko yang tepat sangat penting untuk diadopsi guna melindungi modal Anda.

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai berisi nasihat investasi, rekomendasi investasi, tawaran atau ajakan untuk setiap transaksi dalam instrumen keuangan. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami risikonya.