
USDJPY mencatat penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan di tengah beragam kekhawatiran tentang langkah Bank of Japan (BoJ) selanjutnya. Kekhawatiran ini terutama muncul setelah para pembuat kebijakan ragu untuk tetap berpegang pada rencana hawkish mereka menyusul kenaikan suku bunga pertama dalam 17 tahun. Namun, penguatan Dolar AS secara luas dan kenaikan imbal hasil yang solid menopang harga. Selain faktor fundamental yang beragam, pergerakan pasangan Yen ini dalam jangka pendek juga tertahan oleh ketidakmampuannya menembus zona support horizontal yang telah bertahan selama tujuh pekan di sekitar 150.75-90, serta garis resistance menanjak yang ditarik dari 20 Maret dan berada dekat level 152.00. Meski demikian, perlu dicatat bahwa harga yang terus bertahan di atas SMA 100 dan SMA 200, ditambah osilator yang stabil, menjaga harapan para pembeli. Dengan demikian, jika resistance terdekat di 152.00 berhasil ditembus ke atas, harga dapat dengan cepat bergerak menuju level sekitar 152.90, yang tiga pekan lalu beralih dari support menjadi resistance. Setelah itu, level tertinggi Juni 1990 di 155.80 akan menjadi perhatian.
Sebaliknya, jika support horizontal 150.75-90 yang telah bertahan selama tujuh pekan ditembus ke bawah, penjual USDJPY akan mengincar level SMA 200 dan SMA 100, masing-masing di sekitar 150.00 dan 149.75. Jika penjual pasangan Yen ini tetap memegang kendali setelah level 149.75 ditembus, swing high 18 Maret di 149.30 dan level bulat 149.00 akan menjadi pertahanan terakhir bagi pembeli sebelum harga bergerak menuju level tertinggi bulanan sebelumnya di sekitar 146.50.
Secara keseluruhan, beragam faktor yang saling bertentangan, libur Senin Paskah di pasar-pasar utama, dan minimnya agenda ekonomi membatasi pergerakan pasangan USDJPY. Namun, pasangan ini tetap masuk radar para pembeli.