
GBPUSD melemah setelah memantul dari garis support enam bulan pekan lalu. Para trader mencermati laporan Keyakinan Konsumen AS yang akan dirilis pada Selasa. Dolar AS yang kuat dan sikap hati-hati menjelang rilis angka PDB Q3 AS, data inflasi, dan Nonfarm Payrolls (NFP) turut menekan Pound Sterling.
Meski pembeli GBPUSD belum berhasil membangun momentum, penjual juga akan kesulitan mengambil kendali. Ada beberapa level support, dan indikator seperti RSI (14) serta sinyal bearish MACD yang melemah dapat menghambat pergerakan turun.
Perhatikan garis support naik dari akhir April di sekitar 1.2935, disusul 200-SMA di dekat 1.2800, sebagai level-level kunci jangka pendek yang perlu dicermati oleh penjual GBPUSD. Jika tekanan bearish mendorong harga menembus di bawah 1.2800, perhatikan support di level terendah Agustus dan Juni, masing-masing sekitar 1.2665 dan 1.2610.
GBPUSD perlu menembus garis tren naik dari awal Maret di sekitar 1.3080 agar dapat pulih. Level resistance berikutnya mencakup level psikologis 1.3000 dan 50-SMA di 1.3140. Terakhir, zona resistance horizontal di sekitar 1.3240 menjadi penghalang penting bagi pembeli.
Seiring melemahnya momentum tren bearish, ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga lebih sedikit dapat berubah jika data mendatang tidak mendukung penguatan Dolar AS. Ketidakpastian ini membuat para penjual GBPUSD perlu berhati-hati.