
GBPUSD mencatat penurunan terbesar dalam sepekan pada hari sebelumnya, seiring penguatan Dolar AS menjelang rilis data ketenagakerjaan September. Pound Sterling menguji pola rising wedge bearish, tetapi berhasil memantul dari garis bawah pola tersebut. Meski pulih tipis, trader tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan sambil menunggu laporan ADP Employment Change AS pada Rabu, disusul data penting Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat.
Selain rebound Dolar AS menjelang rilis data penting AS, sinyal bearish MACD juga menjaga optimisme para penjual GBPUSD. Namun, kondisi RSI (14) yang hampir oversold, harga yang terus bertahan di atas 200-SMA, serta ekspektasi yang suram terhadap data AS mengindikasikan bahwa jalan bagi pihak bearish masih panjang dan berliku.
Jika GBP/USD turun di bawah 1.3240, pola rising wedge bearish akan terkonfirmasi, sehingga level ini menjadi penting bagi trader. Level support penting lainnya adalah 200-SMA di 1.3180. Jika pasangan ini menembus ke bawah level tersebut, harganya mungkin mengarah ke zona support horizontal di sekitar 1.3030, dengan 1.3000 sebagai level psikologis. Penurunan lebih lanjut dapat membawa harga ke level terendah Agustus di sekitar 1.2665, bahkan mungkin ke target wedge di 1.2370.
Untuk pergerakan naik, pasangan GBPUSD menghadapi resistance di 1.3310 dan 1.3360, dengan puncak terbaru di sekitar 1.3435. Jika menembus di atas 1.3435, pasangan ini akan menghadapi garis atas pola rising wedge di dekat 1.3465. Jika berhasil melewati 1.3465, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level tertinggi Februari 2022 di sekitar 1.3645.
Secara keseluruhan, momentum pembeli GBPUSD tampak mulai melemah. Penjual berada di dekat batas bawah pola wedge dan SMA 200. Namun, potensi pelemahan data AS dan adanya beberapa level support menyulitkan penjual untuk mengambil kendali penuh.