
GBPUSD bergerak naik turun di level tertinggi dalam setahun menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) bulanan Inggris untuk bulan Juni. Pergerakan ini membuat RSI (14) berada di area overbought, sementara para pembeli kesulitan menembus zona resistance horizontal yang telah bertahan selama setahun, di sekitar 1.2995–3000. Namun, sinyal MACD yang bullish dan harga yang terus bertahan di atas garis resistance menurun sejak Juli 2023—yang kini menjadi support di sekitar 1.2840—menjaga harapan para pembeli. Jika pasangan ini turun di bawah 1.2840, level resistance yang kini menjadi support, Exponential Moving Average (EMA) 200 hari di 1.2627 akan menjadi pertahanan terakhir bagi para pembeli. Perlu diperhatikan bahwa level Fibonacci retracement 78,6% dan 61,8% dari penurunan harga pada Juli–Oktober 2023, masing-masing di sekitar 1.2910 dan 1.2720, juga menjadi level tambahan yang perlu dipantau saat harga bergerak turun.
Sebagai alternatif, para pembeli GBPUSD perlu mendapat konfirmasi dari data inflasi Inggris yang positif dan menembus resistance di 1.2995–3000 untuk tetap memegang kendali. Setelah itu, Pound Sterling berpotensi naik menuju level tertinggi tahunan sebelumnya di 1.3142. Namun, level 1.3100 dapat menjadi hambatan sementara dalam kenaikan tersebut. Jika harga bertahan di atas 1.3142, swing low akhir 2021 di sekitar 1.3150–55 dan angka bulat 1.3200 dapat menguji para pembeli sebelum mengarahkan harga menuju level terendah Januari 2022 di sekitar 1.3355.
Secara keseluruhan, GBPUSD tampaknya sudah waktunya mengalami koreksi, tetapi tren bullish masih dapat bertahan.