
GBPUSD berupaya pulih di sekitar 1.2600 pada awal perdagangan Rabu, sementara para trader menantikan petunjuk inflasi Inggris untuk Januari. Meski demikian, pasangan Cable mencatat pergerakan yang mencolok sehari sebelumnya. Harganya sempat naik ke level tertinggi dalam tujuh hari, sebelum mencatat penurunan harian terbesar dalam sepekan setelah berbalik arah dari Exponential Moving Average (EMA) 50-bar. Perlu dicatat, pembalikan arah pada Selasa dari EMA 50 juga menahan penurunan Pound Sterling setelah menembus garis support naik yang telah bertahan selama 12 minggu pada awal bulan. Garis tersebut kini menjadi resistance di sekitar 1.2685. Selain itu, sinyal MACD yang bearish dan RSI (14) yang belum berada di area oversold juga membuat para penjual pasangan ini tetap optimistis. Namun, pertemuan EMA 200 dengan beberapa level yang terbentuk sejak awal Desember 2023, di kisaran 1.2520–1.2500, tampaknya menjadi tantangan besar bagi para penjual. Jika harga turun di bawah 1.2500, swing low pada pertengahan November 2023 di sekitar 1.2375 akan menjadi perhatian.
Sebaliknya, angka inflasi Inggris yang kuat dapat mendorong GBPUSD kembali menguji EMA 50 dan level support yang disebutkan sebelumnya, yang kini menjadi resistance, masing-masing di sekitar 1.2635 dan 1.2675. Jika para pembeli Cable berhasil mempertahankan kendali setelah menembus 1.2675, garis resistance menurun dari 12 Januari, yang berada di sekitar 1.2770 saat berita ini ditulis, akan menjadi pertahanan terakhir bagi para penjual pasangan ini. Setelah itu, level puncak akhir 2023 di sekitar 1.2830 dan level psikologis 1.3000 dapat menarik minat pembeli Pound Sterling.
Secara keseluruhan, GBPUSD tetap bearish selama berada di bawah 1.2675, terutama jika data inflasi AS semakin mendukung pandangan hawkish The Fed. Meski demikian, para pejabat Bank of England (BoE) belakangan ini bersikap optimistis. Karena itu, petunjuk dari data inflasi Inggris hari ini akan dicermati untuk mendapatkan arah yang lebih jelas.