
Karena Dolar AS gagal menguat meski rincian PMI menunjukkan hasil positif, pasangan EURUSD berhasil rebound dari garis support yang menanjak sejak awal November, terutama setelah data aktivitas dari Jerman dan Zona Euro dirilis positif. Namun, pemulihan ini gagal menembus level 50-SMA pada penutupan harian dan mulai menarik minat seller menjelang rapat kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang sangat penting. Bank sentral kawasan tersebut diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya, tetapi perhatian akan tertuju pada sinyal mengenai pemangkasan suku bunga selanjutnya. Pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan dilakukan sebelum Juni, tetapi para pembuat kebijakan belakangan ini tampak enggan melakukannya.
Meski demikian, sinyal hawkish apa pun dapat mendorong pasangan euro menembus hambatan kenaikan terdekat, yaitu 50-SMA di sekitar 1,0920. Namun, garis support yang kini menjadi resistance, terbentang sejak 1 November dan terakhir berada di dekat 1,0985, akan menjadi penghalang bagi pembeli pasangan ini sebelum level psikologis 1,1000, yang dapat menguji mereka sebelum akhirnya memberi mereka kendali.
Sementara itu, kondisi RSI yang lemah dan kecilnya kemungkinan sinyal yang mendukung sikap hawkish ECB mengindikasikan pasangan ini masih berpotensi melemah. Kondisi ini kembali menyoroti garis tren naik berusia sembilan minggu yang disebutkan sebelumnya, yang berfungsi sebagai support dan berada di dekat 1,0830 saat berita ini ditulis. Perlu dicatat bahwa level terendah bulanan di 1,0820 dan level terendah bulan sebelumnya di sekitar 1,0720 akan menjadi penghalang tambahan bagi penurunan sebelum harga bergerak mulus menuju swing high pada akhir Oktober di sekitar 1,0700.