
Data inflasi Zona Euro yang lebih rendah, ditambah sentimen risk-off secara umum dan data AS yang sedikit lebih baik, menekan pasangan EURUSD pada hari Selasa. Bias bearish semakin kuat karena adanya harapan bahwa Federal Reserve AS (Fed) akan kembali menaikkan suku bunga pada 2023, serta sinyal MACD bearish dan RSI yang stabil. Namun, kanal tren naik yang terbentuk sejak sebulan lalu, saat ini berada di antara 1.0710 dan 1.0540, menjadi hambatan bagi penjual Euro. Jika pasangan mata uang utama ini menembus support 1.0540 dan menepis pola grafik bullish, level terendah tahunan yang tercatat pada Oktober di 1.0450 dan level tertinggi Agustus 2022 di sekitar 1.0370 akan menjadi target berikutnya bagi pihak bearish.
Di sisi lain, Exponential Moving Average (EMA) 200-bar di sekitar 1.0615 membatasi pemulihan jangka pendek pasangan EURUSD, sebelum mencapai garis atas kanal tersebut di dekat 1.0710. Perlu dicatat, level Fibonacci retracement 61,8% dari penurunan pasangan ini pada Agustus–Oktober, di sekitar 1.0750, akan menjadi rintangan tambahan bagi pihak bullish sebelum mereka mengambil kendali. Setelah itu, kenaikan cepat menuju level tertinggi pada akhir Agustus di sekitar 1.0950 tidak dapat dikesampingkan.
Secara keseluruhan, EURUSD menguji pemulihan yang telah berlangsung selama empat minggu, sementara pasar menantikan hasil rapat kebijakan moneter Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu.